Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Jurnal Pesantren’ Category

Oleh : Santri Ciganjur

thumbjurnal1195036546Pasca Reformasi 1998, gerakan mahasiwa kita mandul. Ini terjadi karena organisasi mahasiswa terjebak dalam politik sektarian, minus intelektualisme. Organ mahasiwa tiba saja menjadi ruang pengkaderan “calon politisi”, yang abai terhadap persoalan substantif pendidikan, dan masyarakat.

Mandulnya gerakan mahasiswa lahir dari sini. Memang populisme masih terlihat, setidaknya dalam perlawanan mahasiswa atas kenaikan BBM (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Oleh : Muhammad Yunus

thumbartikel1194900190Kegelisahan yang dirasakan bangsa Indonesia melalui pancaran wajah pribumi-dalam hal ini saya artikan hanya untuk orang-orang kecil- belum bisa dilihat sebagai penderitaan panjang oleh para petinggi Negara. Mereka hanya menyibukan diri dengan bermain golf, menikmati secangkir kopi di ruang kerja, dan sesekali melirik tv dengan cenel dari luar negeri. Sederetan penderitaan yang dialami masyarakat bawah mulai dari demam berdarah, flu burung, busung lapar, kurang gizi, gempa, dan akhir-akhir ini gunung meletus dianggap oleh paranormal sebagai penderitaan yang disebabkan oleh weton (hari (more…)

Read Full Post »

Oleh : A. Syatori

thumbartikel1191338996

Ada hal yang perlu sekali dicermati ketika warisan kitab-kitab salaf (klasik) kita buka. Diantaranya adalah problem metodologis dalam mendeskripsikan suatu ilmu pengetahuan. Kita akan bertemu dengan metode pendeskripsian yang cenderung seragam. Ini merupakan trade mark kitab-kitab produk abad pertengahan. Sepertinya tidak ada metodologi yang inovatif untuk menjelentrehkan ilmu-ilmu yang sarat makna. Ada kesan bahwa ilmu tersebut dikebiri oleh buah pikiran pengarangnya, sehingga tidak mampu menjangkau wilayah yang seharusnya tercover. Celakanya, cara melakukan deskripsi hanya menggunakan dua cara saja, yaitu bi al-lafdzi dan bi al-ma’na. (more…)

Read Full Post »